Mesin New Toyota Fortuner 2GD CRDI VGT Turbo

Bisakah Pajero Sport dan Toyota Fortuner pakai Bio Solar? Ini Penjelasannya

Diposting pada

Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport merupakan mobil yang telah menggunakan mesin diesel dengan teknologi modern, jangan disamakan dengan mesin diesel Isuzu Panther sehingga anda tidak dapat sembarangan dalam memilih bahan bakar, apalagi dengan entengnya ada yang bilang cukup pakai bio solar mobil juga bisa jalan.

Tidak sesederhana itu mesin diesel Toyota Fortuner dan Pajero Sport dalam hal mengkonsumsi Solar busuk yang biasa digunakan untuk bus. Memang tidak bisa dipungkiri segelintr orang Indonesia memilih mobil diesel dengan alasan harga solar yang lebih murah daripada bensin, bahkan jika dibanding bensin Premium. Jadi dengan membeli mobil lebih mahal namun bahan bakarnya murah, maka biasa operasionalnya akan lebih ramah dikantong. Kalau pola pikirnya seperti itu, apakah benar?

Kalau anda pengguna Isuzu Panther, silahkan menggunakan pola pikir tersebut, namun sayangnya Toyota Fortuner, Kijang Innova Reborn dan Pajero Sport telah menggunakan mesin diesel modern yang berbeda teknologi dengan mesin diesel seperti yang digunakan pada Isuzu Panther.

Mesin diesel modern telah menggunakan teknologi CRDI atau Common Rail Diesel Injection, yang dilengkapi dengan Variabel Geometric Turbo. Teknologi Common Rail pada mesin diesel secara prinsip adalah bahan bakar dipompakan oleh supply pump yang digerakkan oleh putaran mesin. Hasil dari pompa-an sebuah supply pump adalah tekanan bahan bakar yang sangat tinggi.

Bahan bakar bertekanan tinggi tersebut di-distribusikan dalam saluran yang disebut dengan Common Rail. Lalu Common Rail terhubung dengan injector yang akan menyemprotkan bahan bakar ke masing-masing silinder di dalam mesin.

Lalu apa yang membedakan mesin Common Rail Diesel Injection(CRDI) modern di Toyota Fortuner dan Pajero Sport dengan mesin diesel konvensional seperti di Isuzu Panther? Yang membedakan adalah pertama, tekanan bahan bakar di mesin CRDI lebih tinggi dibandingkan mesin diesel konvensional yang menggunakan bosh pump.

Kedua adalah waktu pemyemprotan solar  ke ruang bakar oleh injector pada mesin CRDI terjadi dalam tiga tahap, yaitu:

  • Pre-injection dengan tujuan untuk memanaskan suhu mesin.
  • Main injection(yang utama) untuk menciptkan tenaga pada saat pembakaran.
  • Post injection ini untuk menekan kadar emisi gas buang.

Sedangkan pada mesin diesel konvensioan hanya terjadi satu kali waktu injeksi atau penyemprotan bahan bakar.

Walau dengan 3 kali waktu penyemprotan teknologi common rail diesel modern akan tetap lebih irit karena bahan bakar yang disemprotkan partikelnya lebih kecil dan waktu penyemprotan di diatur sangat tepat karena menggunakan sistem elektronik.

Mesin diesel 4N15 Pajero Sport Dakar Baru

 

Kandungan Cetane dan Sulfur pada Solar

Pada mesin diesel CRDI modern bahan bakar akan dipompaklan dengan tekanan yang lebih tinggi, pertikel semprotan yang lebih kecil dan waktu penyemprotan yang ketat sehingga dibutuhkan bahan bakar yang lebih berkualitas.

Cetane Number

Bahan bakar unutk mesin diesel yang disediakan Pertamina saat ini ada tiga jenis yaitu Bio Solar, Dexlite dan Perta Dex. Bio Solar memiliki cetane number(angka setana) 48, Dextalite dengan cetane number 51, dan Perta Dex dengan angka 53.

Cetane Number sendiri adalah angka yang menunjukan kandungan ikatan karbon C16 di dalam bahan bakar diesel, semakin banyak kandungan C16 bahan bakar diesel akan semakin mudah terbakar.

Jadi angka Cetane Number menunjukan kualitas pembakaran dalam ruang bakar, semakin tinggi angka Cetane Number, maka semakin bagus kualitas bahan bakar diesel tersebut (Sumber: Handbook of Diesel Engines).

Kandungan Sulfur dan Air

Selain itu dalam bahan bakar diesel juga terdapat kandungan Sulfur. Semakin rendah kualitas bahan bakar semakin tinggi kadar sulfur-nya. Sulfur ini bersifat asam yang menyebabkan okisidasi semakin tinggi.

Tidak hanya itu saja, bahan bakar diesel berkualitas rendah seperti bio solar juga memiliki kadar air yang cukup tinggi.

Jika memaksa Toyota Fortuner dan Pajero Sport anda menenggak solar berkualitas rendah akan ada dampak dan konsekuensinya. Apa saja itu?

Bio Solar dengan Cetane Number yang rendah dan kandungan sulfur plus air yang tinggi akan menggangu system Common Rail sehingga pembakaran tidak sempurna dan membuat performa mesin turun.

Akibatnya dari yang paling ringan yaitu tarikan mobil Toyota Fortuner dan Pajero Sport anda jadi kurang, hingga yang lebih parah adalah gejala mesin berebet atau mesin ngelitik. Dan yang paling parah adalah keluarnya asap putih dari knalpot akibat rasio kompresi yang sudah menurun(biasa disebut ngobos).

Mesin New Toyota Fortuner 2GD CRDI VGT Turbo

Solusi Pajero Sport dan Fortuner menggunakan Bio Solar

Itulah resiko yang akan muncul jika mobil diesel modern seperti Toyota Fortuner dan Pajero Sport menggunakan bahan bakar Bio Solar berkualitas rendah. Resiko yang terjadi tidak akan menucul seketika namun akan terakumulasi seiring berjalannya waktu. Tidak hanya setahun, dua tahun lalu mesin bermasalah tapi bisa terjadi setelah itu.

Lalu bagaimana solusinya jika disekitar tempat tinggal anda belum tersedia bahan bakar diesel yang berkualitas seperti Dexlite, Perta Dex atau Shell Diesel? Satu-satunya jalan adalah tetap menggunakan Bio Solar berkualitas rendah namun dibutuhkan perlakuan extra. Apa saja itu?

  1. Penggantian filter solar lebih awal.
    Jika rekomendasi pabrikan penggantian filter solar dilakukan setiap jarak tempuh 10.000-15.000 kilometer, maka dengan penggunaan Bio Solar filter wajib diganti setiap 5000 kilometer.
  2. Penggunaan OLI synthetic dengan API minimal CI-4.
    Kualitas oli mesin diesel ditandai dengan huruf CF, CI, CJ, CK. Semakin tinggi huruf setelah huruf C maka kualitasnya semakin baik. Minimal gunakan yang berkualitas CI dan harus yang synthtetic jangan yang jenis mineral. Juga lakukan penggantian lebih sering yaitu direntang 5000 kilometer atau 4000 kilometer jika rute yang anda lalui adalah jalanan macet.
  3. Tambahkan Aditif Bahan Bakar.
    Untuk meningkatan angka cetane number yang rendah pada Bio Solar tambahkan aditif diesel yang banyak tersedia di pasaran. Pilih yang juga dapat berfungsi sebagai pembersih saluaran bahan bakar, sehingga sistem Common rail Toyota Fortuner dan Pajero Sport anda dapat lebih terjaga kebersihannya.

Kesimpulan

Demikan ulasan bagaimana jika Toyota Fortuner, Innova Reborn dan Pajero Sport menggunakan bahan bakar bio solar berkualitas rendah. Anda perlu untuk melakukan perawatan ekstras sebagai konsekuensi penggunaan bahan bakar yang buruk di mesin diesel modern.

Jika anda masa bodoh dan tidak peduli dengan perawatan mesin diesel mobil anda maka tinggal menunggu waktu mesin Toyota Fortuner atau Pajero Sport anda akan bermasalah. Gejala yang paling awal muncul saat mesin diesel Common rail bermasalah adalah munculnya asap putih di knalpot disertai tenaga yang berkurang atau susah stater mesin saat pagi hari. Semua pilihan kembali bagaimana anda merawat mesin diesel moderen di mobil anda sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *