Mitsubishi Xpander Sport Hitam
Mitsubishi Xpander Sport Hitam

5 Kelebihan & Kelemahan Mitsubishi Xpander Sport Manual Transmision

Diposting pada

Mitsubishi Xpander Sport dengan transmisi manual memiliki positioning sendiri dibanding Xpander tipe-tipe lainnya. Bisa dikatakan tipe ini adalah khusus bagi mereka yang benar-benar memahami kebutuhan mobil keluarga. Mengapa bisa dikatakan kami katakan khusus? Apakah ada perbedaan besar dibandingkan tipe lainnya?

Pertama karena  Xpander Sport memiliki warna interior yang berbeda dengan tipe lainnya. Mereka yang memilih tipe ini adalah yang benar-benar tidak berminat dengan warna interior krem terang. Beberapa kalangan lebih memilih warna interior gelap yang memang hanya terdapat di Mitsubishi Xpander tipe Sport.

Kedua adalah karena Mitsubishi Xpander Sport adalah tipe tertinggi yang memliki pilihan transmisi manual. Loh bukannya tipe tertingginya adalah Ultimate? Ya Ultimate merupakan tipe tertinggi namun hanya tersedia dalam tranmisi otomatis 4 percepatan, tidak ada pilihan transmisi manual seperti di tipe Sport.

Sejarah Versi Manual

Jika kita menengok saat Mitsubishi Xpander dulu diluncurkan pada tahun 2017 silam, pilihan transmisi manual hanya terdapat di tipe GLX, GLS dan Exceed. Entah apa yang ada di benak petinggi PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia(PT. MMKSI) selaku distributor merek ini di Indonesia.

Mereka seolah salah membaca kebutuhan pasar bahwa pengguna mobil di Indonesia ini sudah di dominasi oleh pengguna bertransmisi matic, atau justru ingin mengarahkan agar pembeli Mitsubishi Xpander ini pada memilih transmisi otomatis?

Kalau salah membaca sepertinya tidak, karena pihak PT. MMKSI tentunya telah memiliki data penjualan mobil-mobil di Indonesia dari berbagai merek pabrikan bukan hanya merek Mitsubishi. Memang pengguna mobil bertransmisi matic di Indonesia tiap tahun trendnya semakin meningkat, namun belum dapat mengalahkan pengguna mobil baru bertransmisi manual.

Hal ini pula yang terjadi dalam penjualan Mitsubishi Xpander Sport manual, banyak calon pembeli yang sesungguhnya menginginkan. Sehingga yang tadinya tidak ada tipe Sport bertransmisi manual, akhirnya Mitsubishi meluncurkannya di tahun 2018.

Namun saat itu perbedaan fitur dengan tipe Ultimate cukup banyak seperti head unit belum menggunakan layar sentuh, belum ada tombol handsfree & Cruise control di bagian setir. Walaupun begitu dengan diluncurkannya Mitsubishi Xpander Sport Manual penjualannya langsung dapat menyamai yang bertransmisi  otomatis(sumber: Gaikindo).

Lalu bagaimana spesifikasi lengkap Mitsubishi Xpander Sport Manual dan bagaimana kesan saat mengendarainya? Berikut ulasan lengkapnya.

Mesin Mitsubishi Xpander

Mesin Mitsubishi Xpander menggunakan mesin  4A91 dengan konfigurasi 4 silinder segaris berkapasitas 1499 cc. Menggunakan dual camshaft atau akrab disebut dengan DOHC di kepala silindernya dan juga telah dilengkapi dengan pengatur katup variabel yang pada mobil Mitsubishi diberi nama teknologi MIVEC.

Di atas kertas spesifikasi mesin ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 104 ps dan torsi sebesar 140 Nm, tidak ada yang spesial dengan output tenaganya karena semua mobil dikelasnya memiliki keluaran tenaga yang hampir sama. Bahkan mesin Honda Mobilio atau BRV justru dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar yaitu 116 Hp, dengan mesin SOHC-nya.

Oke  jadi tidak ada yang spesial dengan mesin Xpander Sport Manual ini namun keunggulannya justru ada pada kehematan bahan bakar. Untuk rute dalam kota dia dapat mencapai kehematan hingga 14 km/liter.

Interior Xpander Sport Manual
Interior Xpander Sport Manual

Transmisi Manual 5 Percepatan

Nah ada sedikit perasaan yang kurang sreg atau mengganjal saat mengemudikan Mitsubishi Xpander bertransmisi Manual, yaitu perbandingan rasio gigi-nya. Jadi gear ratio Xpander Sport manual ini jika dilihat dari speknya termasuk besar-besar.

Artinya dengan perbandingan gear ratio besar ini tidak usah diragukan lagi bahwa Xpander Manual akan kuat melalui jalanan tanjakan curam, namun saat kondisi jalan datar nafas mesinnya jadi pendek-pendek.

Gigi 1, 2 dan 3-nya terasa sangat pendek akibatnya saat dijalan data saat mesin sudah berputar kencang tapi lari mobil tidak terasa, alias akselerasinya lambat. Penambahan putaran mesin saat gas di-injak tidak spontan dengan bertambahnya kecepatan mobil, itu sangat terasa sekali.

Sehingga kita harus lebih sering dan lebih cepat untuk memindah gigi ke posisi yang lebih tinggi. Namun saat sudah berada di gigi 4 dan 5 baru akselerasi Xpander Sport Manual cukup terasa. Itu pun dengan kecepatan 100 km/jam berada di putaran mesin 2900 rpm.

Jika dibandingkan feel saat dikendarai Mitsubishi Xpander manual ini memiliki gear ratio seperti Avanza, akselerasi kurang  namun kuat tanjakan. Tapi yang membuat sedikit heran, biasanya mobil dengan gear ration besar saat lepas kopling tanpa injak pedal gas mobil akan melaju dengan sendirinya.

Nah di Mitsubishi Xpander Sport manual ini jika kita terlalu cepat melepas pedal kopling bukannya mobil maju tapi mesin malahan mati. Namun jika kopling di lepas dengan lebih lambat, tanpa menginjak pedal gas mobil akan tetap berjalan. Syaratnya tadi, pedal kopling dilepas dengan sangat perlahan.

Interior Dominan Hitam

Nah untuk urusan Interior ini yang spesial dari Mitsubishi Xpander Sport, ini adalah satu-satunya tipe yang menggunakan warna dengan dominasi hitam. Warna interior krem pada Xpander tipe lain memang menjadikannya terlihat bersih dan elegan, namun dengan warna cerah tersebut akan terlihat cepat kotor belum lagi tidak semua orang suka dengan warna interior cerah.

Di Xpander Sport ini dasboard, door trim, kain jok, dan karpet dasar menggunakan warna hitam dengan aksen tambahan bermotif carbon fiber abu-abu pada dashboard di hadapan penumpang depan dan keempat pintunya.

Suspensi Nyaman

Suspensi Mitsubishi Xpander merupakan salah satu yang ternyaman dikelas mobil low MPV. Suspensi depan menggunakan Macpherson sturt with coil spring yang telah dilengkapi dengan stabilizer. Sedangkan suspensi belakang menggunakan torsion beam.

Bantingan suspensinya terasa nyaman dan tidak terlalu mengayun, untuk dikecepatan tinggi juga terasa stabil. Dari analisa kami hal itu disebabkan oleh penggunaan ban berdiameter 16 inch dengan lebar 205, itu merupakan ban dengan dimensi terbesar diantara mobil sekelasnya.

Selain itu untuk suspensi belakang terasa sangat stabil walaupun cenderung agak keras. Hal itu didukung dengan ukuran besi trailing arm yang ukurannya sangat besar untuk mobil berpenggerak roda depan. Bahkan Toyota Kijang Innova yang berpenggerak roda belakang saja batang trailing arm-nya tidak sebesar milik Xpander Sport.

Kelebihan & Kekurangan Xpander Sport Manual

Sebagai sebuah produk buatan manusia tentu Mitsubishi Xpander Sport memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami sudah pernah membahas perbandingan antara Suzuki All New Ertiga dan Xpander ini, masing-masing memiliki sisi positif dan minusnya sendiri-sendiri.

Menurut pendapat pribadi kami keunggulan utama dari Mitsubishi Xpander ini ada di desainnya yang modern. Oke desain memang sangat subjektif dan kembali ke orang yang menilai, namun jika kita lihat kompetitor di kelas Low MPV seperti Toyota Avanza, Xenia, Suzuki all new Ertiga dan Honda Mobilio tentu desain Xpande ini jauh lebih modern.

Bentuk bemper yang melekuk-melekuk dengan lipatan dalam khususnya bemper depan menjadikannya terlihat premium, fender depan dengan garis patahan tegas, begitu pula di sekitar fender roda belakang membuat mobil ini tidak terlihat polos alias lurus saja seperti kebanyakan mobil jika dilihat dari samping.

Indikator MID layar TFT Tipe Sport Manual
Indikator MID layar TFT Tipe Sport Manual

Keunggulan kedua adalah di fitur-fitur yang disematkan terhitung lengkap. Layar MID tipe TFT yang berwarna ini adalah yang pertama dan masih satu-satunya di kelasnya(hanya di tipe Ultimate dan Sport). Dengan layar seperti ini kita terasa seperti mengemudikan mobil mewah.

Kemudian Keunggulan Xpander Sport manual lainnya adalah suspensi-nya yang tinggi namun bantingannya terasa stabil. Memang tidak bisa menyamakan kenyamanan bantingan MPV kelas atasnya yaitu Kijang Innova, namun untuk mobil low MPV bantingan suspensinya sudah terhitung nyaman.

Yang lainnya adalah masalah kekedapan kabinnya juara, senyap sekali apa jika anda berkendara dengan putaran mesin di kisaran 2000 Rpm suara mesin hampir tidak terdengar. Kami mengira hal itu karena peredaman di lantai dan atap, ternyata saat di lihat lantai kabin Xpander tidak ada lapisan tambahan peredam. Yang menjadikannya senyap adalah karet pintu nya ada dua lapis, satu terpasang di daun pintu dan satu lagi menempel di body.

Bagaimana dengan kekurangan Mitsubishi Xpander Sport Manual? Sayangnya justru bagian yang membuat terasa minus di mobil ini ada pada sektor transmisi manual 5 percepatannya. Transmisi manualnya sedikit berbeda dnegan posisi gigi mundur(R) yang diarahkan ke kiri depan sambil mengangkat cincin di bawah shift knob-nya.

Memang sedikit lebih susah saat harus memasukkan gigi mundur dibandingkan gigi mundur yang diarahkan ke belakang kanan seperti lazimnya mobil pabrikan Jepang, tapi menurut kami tidak ada masalah karena justru terkesan seperti mobil Eropa.

Kekurangannya adalah pada rasio giginya yang besar sehingga “nafas mesin” untuk masing-masing gigi terlalu pendek sehingga kita perlu harus lebih sering pindah gigi. Dan dengan rasio transmisi gigi 1,2 dan 3 tarikan mesinnya tidak terasa, alias akselerasinya sangat lambat di putaran bawah hingga 3000 Rpm.

Kami mengira dengan komposisi gigi rasio besar seperti ini Mitsubishi ingin memastikan bahwa Xpander akan sesuai dengan medan jalanan di pelosok Indonesia yang syarat dengan jalan naik-turun. Jadi walaupun Xpander Sport ini berpenggerak roda depan namun rasio gigi manualnya hampir seperti Avanza yang berpenggerak roda belakang.

Beda dengan rival-rivalnya yang berpenggerak roda depan seperti Mobilio dan All New Ertiga yang rasio gigi 1,2, dan 3 nya panjang-panjang, bahkan di gigi 3 pun bisa mencapai kecepatan 100km/jam sedangkan di Xpander Sport Manual ini tidak.

Selain itu untuk pedal kopling memang terasa enteng, namun terasa getaran yang merambat hingga pedal kopling. Getaran itu terasa saat kipas radiator menyala, sehingga pedal kopling jadi ikut sedikit bergetar. Walaupun sedikit tapi tetap terasa di telapak kaki walaupun sudah menggunakan sepatu.

Kekurangan lainnya adalah dalam hal material plat body, ada beberapa bagian yang terkesan sangat tipis sebut saja di bawah kaca samping baris ke tiga, di tulangan pilar B dan atap, dan juga plastik bemper yang tipis. Jadi Mitsubishi seperti berpikir bagian yang tidak penting ngapain dibuat tebal? Tapi untuk bagian kap mesin dan pintu cukup terasa bobotnya yang menandakan materialnya cukup tebal.

Kelebihan Mitsubishi Xpander Sport Manual

  • Fitur Lengkap
  • Kabin Senyap
  • Desain modern
  • Ground clearance tinggi

Kekurangan Mitsubishi Xpander Sport Manual

  • Rasio gigi 1,2, dan 3 yang pendek-pendek
  • Beberapa bagian body tipis
  • harga terlalu mahal di banding kompetitor
  • Shockbreaker belakang rawan bocor
  • AC double blower rawan bau asam

Kesimpulan

Ya itulah ulasan kami mengenai Mitsubisi Xpander Sport Manual diantara kekurangannya tentu juga ada kelebihannya. Misalkan untuk jalan perkotaan atau jalan lurus transmisinya yang pendek-pendek namun menjadikannya handal di medan perbukitan.

Exterior belakang Xpander
Exterior belakang Xpander

Untuk beberap kasus juga ditemui AC doubel blower belakang yang muncul bau tidak sedap kemungkinan karena saluran pembuangan air AC yang tidak benar, namun sayanganya walaupun sudah seperti itu tidak ada berita bahwa Mitsubishi telah melakukan perbaikan bahkan saat kami membeli Xpander Sport Manual sales dealernya sudah mewanti-wanti jika nanti di minta penggantian komponen saluran pembuangan AC ditanggung pembeli sendiri. Lah kok? Ini beli mobil baru loh.

Di samping kelemahan-kelemahan itu Xpander Sport manual ini tetap layak jadi pertimbangan anda karena fiturnya yang lengkap seperti Active stability Control(ASC), EBD, ABS, Hill Satart Asist, Emergency Stop Signal yang akan menyalakan lampu hazard. Awalnya kami kira fitur-fitur tersebut hanya terdapat di versi matic, namun ternyata juga hadir di varian bertransmisi manual.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *